kenakalan remaja

Hawa dingin menusuk sampai tulang di tengah pgi yang masih gelap,daun,rumput dan bunga masih terlihat basah kuyup tersiram air hujan semalaman,sedikit-demi sedikit lambaian hangat tangan sang surya membelah gelap dan dingin yang menyelimuti pgi itu,suara nyaring burung pleci white eyes seakan menjadi alarm bagiku untuk membuka mata.

Aku menggeliat tapi tertahan oleh hangat pelukan seorang wanita manis di sampingku,mencoba memeluk’ku lebih erat seakan tak mau melepaskanya akibat dingin yang mungkin dia rasakan,wanita manis dengan rambut terurai berantakan sebagian menutupi wajah polosnya saat tertidur,kulit putih bak pualam,kencang dan mulus disempurnakan buah dada yang kencang dengan puting mengacung sangat terasa menghimpit badanku.

Salah satu Kaki jenjangnya menindih kakiku semakin menyulitkan aku untuk bergerak sedikit saja,ku coba menyibakan rambut yang menutupi wajah manisnya,ku kecup pelan keningnya lalu dia menggeliat pelan mencoba membuka mata indahnya namun terlihat sangat berat, “eeemmmhh,ria masih ngantuk bie” suaranya berat tp terdengar manja.

Aku hanya tersenyum,Pasti ria kecapean setelah tadi malam bergulat habis-habisan denganku setelah beberapa hari kita tidak bertemu karena ria berlibur ke daerah kelahiran papanya di bandung saat liburan sekolah minggu kemarin,kami baru bisa bertemu kemarin karena aku juga disibukan dengan agenda pensi yang dimana ku jadi panitianya,

Dimas eka wardana begitulah orang tuaku memberi nama kepadaku,buah pernikahan harya bramantya wardana pengusaha sukses dengan ratri indah permata businnes women yang sama dengan suaminya tidak pernah betah di rumah,menurut mereka uang adalah segalanya,tanpa memperhatikan anak semata wayangnya,hal itulah yang membuatku menjadi seorang remaja yang nakal,

kembali ke suasana pgi yang indah bersama pacarku ria di rumah kontrakanku,suatu hal yang wajar bila di setiap pgi penis mengalami ereksi,tp bedanya di saat ini disampingku bahkan saat ini sedang memeluk’ku adalah cewek manis dan tanpa penghalang apapun di tubuh langsing dan sekalnya,ku coba gesek-gesekan kaki’ku yang di gapit dua pahanya mulusnya,terasa geli-geli nikmat saat mulai menyentuh pangkal pahanya yang berbulu walau tidak lebat karena ria selalu merawatnya.

Ria mengernyitkan dahinya seolah ada yang aneh yang saat ini dia rasakan, “bangun sayaaang” bisik’ku ke telinga ria lalu ku hembuskan udara pgi ke tengkuk jejangnya,ria menggeliat dan memeluk’ku lagi lebih erat,ku ciumi lehernya dengan sesekali ku jilat, “eeemmmhh,ssshhh. . .saaa. . .yaaanghhh” lenguh ria namun belum membuka matanya,ku gulingkan tubuh ria dan aku menindihnya sekarang,ku jilat dari kuping,leher hingga ke dadanya.

“Udah pgi bie. . .ooohhh” kata ria mencoba menyadarkanku tp tanpa penolakan saat ku mengecup dan mengulum dadanya,aku juga tidak menghiraukan perkataannya,yang ada aku malah mulai menancapkan penisku ke memeknya,ku gesek2kan ke lubang memeknya dan kutekan sedikit,kepala penisku telah masuk,ria membuka matanya menatapku,aku hanya tersenyum dan ke tekan lagi penisku,”sllleepp. . .”
Ria menggigit bibirnya tanganya merangkul leherku dan menarik wajahku ke wajahnya,kami pun berpagutan dan semakin lama semakin panas,penisku juga telah separuh masuk memek ria,ku tarik sedikit dan ke tekan lagi “eeenngghhh. . .” Hanya lenguhan itu yang ria keluarkan saat penisku semakin dalam menerobos rongga-rongga kenikmatan ria,cairan pelicin juga udah mulai keluar dari memeknya menjadikan semakin lancar penisku untuk masuk sampai titik terdalam memeknya.

Desahan demi desahan kembali menggema,suara perpaduan dua kelamin menambah riuhnya suasana pgi yang tadinya sepi,
“Uummphtt,aaiiihhh. . !!.” Tubuh ria mengejang pertanda dia mencapai orgasme pertamanya,ku keluarkan penisku dari dalam memeknya,terlihat mengkilat dan basah bahkan sempai merembes ke sprei tempat peraduan kami,ku angkat kaki kiri ria ku tumpangkan ke pundak’ku, “slleeepph. . .bleesss” penisku menerobos ke liang persenggamaan ria lagi,langsung ku genjot dengan penuh nafsu,terkadang hanya ku benamkan seperempat penisku lalu ku benamkan penuh,ria mendongakkan kepalanya dengan mulut terbuka “aaahhkkk. . .aaahhh”
“Uuumpppthhh, , ,oooouuwhh” lenguhan ria tanpa aturan,memeknya juga terasa memijit2 penisku membuatkan semakin kalap dan mulai brutal memasuk keluarkan penisku,hingga ku rasakan ada sesuatu yang meminta segera di ledakan,ku benamkan penisku dalam-dalam terasa penisku menggembung bertambah besar dan “crot. . .crooott. .creeet. . .cret” spermaku mengalir deras di dalam memek ria,ria pun mencengkram sprei kuat-kuat tubuhnya mengejang sampai terlihat melengkung ke atas,semburan cairan hangat sangat terasa di penisku dan lebih banyak dari yang pertama tadi.

Aku pun melepaskan penisku dari memeknya,bangkit dari tempat tidurku dan duduk di pinggiran dipan,menyulut black mild rokok favorit terbaruku,
“Huuufffhh. . .” Asap rokok keluar dari mulutku,sangat nikmat rasanya.
Ria mulai bangkit dr tempat tidur juga,dia mengecup pipiku dan melenggang ke kamar mandi.
20 menit kemudian ria keluar dari kamar mandi dengan handuk putih membelit di tubuhnya,handuk yang kecil jadi tak sanggup menutupi kemolekan tubuhnya,ku hampiri dia,ku cium tengkuknya dan ku remas pantat bahenolnya.
“Aduuuhhh,udah deh sayaaaangh,cepetan mandi sana udah siang nich ntar terlambat lho” celoteh ria kepadaku.
Ku tengok jam dinding pukul 06.50,lalu ku beranjak ke kamar mandi.

“Oya beb,ntar aku pulang bareng tia ya?soalnya kan kemarin aku pamitnya ke rumah dia” kata ria saat aku jalan memasuki kamar mandi,ku jawab hanya dengan acungan jempol saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *